>

Jumat, 16 Oktober 2009

The Worst Damn Thing

Horeee... Sore hari tlah tiba. Bersiap untuk pulang.. Bersiap untuk menghadapi weekend kembali.. Pokoknya, jadwal tak tergantikan untuk weekend besok adalah.................... Bangun super telat dahsyat telak bersahaja... Tak bisa diganggu gugat oleh siapapun, titik.
Weekend adalah saat yang ditunggu - tunggu oleh semua orang yang tidak mendapat giliran bekerja di akhir pekan. Mau itu tua, muda, anak kecil, anak kecil sekali, anak setengah kecil, tua setengah muda, muda berwajah tua, pokoknya semua umat manusia yang benar - benar hidup. Tapi, bicara weekend, bicara juga sakit hati.
Damn it.. Mengesalkan emang. Tapi mau bagaimana lagi. Mau tak mau harus mau membiarkan semua mengalir.

Ah... Lega rasanya..
Sebentar lagi malam menjelang. Kota ini akan segera dipenuhi oleh karbon - karbon yang beterbangan, menyesakkan napas. Pernah sekali ku melihat pemandangan sekitar Jakarta dari lantai 12 bangunan bertingkat di pagi hari.
Ternyata kita tak bisa menatap jauh. Gedung - gedung pencakar langit yang seharusnya kelihatan jelas, malah kelihatan samar karena diselimuti emisi kendaraan bermotor. Bayangkanlah paru - paru kita sekitar 15 tahun yang akan datang.. Cukuplah paru - paru ini diselimuti asap rokok. Tapi janganlah emisi ikut merepotkannya. Untunglah pemda setempat telah mengeluarkan kebijakan, bahwa setiap kendaraan roda empat diharuskan mempunyai stiker khusus tanda lulus uji emisi kendaraan. Setidaknya langit Jakarta bisa terang benderang jika dipandang. Kalau begini terus menerus, alangkah sulitnya untuk mencintai kota ini. Walaupun itu telah menjadi kewajiban, tapi bagaimana dengan pendamping kita...? Apakah dia akan sudi menghirup udara kotor beremisi karbon yang berbahaya itu..? Oh tidak.. Oh jangan sampai...


Selamat Malam....


0 komentar:

Posting Komentar

Gue perlu celaan disini..