>

Selasa, 29 Juni 2010

Lepas Kontrol

Selamat sore..

Sungguh.. Kali ini aku hanya ingin memadukan beberapa kata saja untuk meramaikan wadah berbagai tulisan tololku ini.
Aku tak peduli harus dikemas seperti apa segerombolan huruf yang kutumpuk seadanyan, Tak peduli harus semanis apa tanda baca yang kubariskan didalamnya, Tak peduli makna apa yang akan tersirat dan menghentak imajinasiku setiap aku membacanya kembali.

Sungguh, inspirasiku hilang. Walaupun pada kenyataannya, niat untuk berceloteh selalu ada. Dan pada akhirnya menguap begitu saja ketika jari sudah berhadap hadapan dengan tuts keyboard.
Yah terkutuklah semua. Berbagai kejadian sebab akibat yang mengakibatkan inspirasi setiap orang menguap begitu saja.
............
Sampai disini otakku kembali buntu.

Keterlaluan. Aku tidak begitu pandai memanfaatkan alam pikirku. Ku menulis berdasarkan nafsu yang aku tak tahu apa pemicunya.
Hah.. Apapun itu, pasti hal hal yang kecil dan tidak begitu penting. Nafsu labil, tak jauh beda dengan pemikiran dunia awam jauh disana yang mudah diprovokasi. Sedikit bisikan adu domba di telingaku, dan anda berhasil mengeluarkan emosiku.

Beruntunglah ku menulis di bidang yang tak berhelai ini. Tak bisa terbayang jika ku menulis di sehelai kertas yang nyata, yang bisa dilekukan dan digoresi tinta. Bagaimana bisa kurobek bidang itu..? Terkecuali dengan membanting gadget ini. Menghancurkan layar LCD nya hingga pecah bertanda. Berbeda jika dengan menggunakan helai kertas. Dengan sedikit tenaga, perintah otak, hentakan emosi, dan pergerakan otot, maka teremaslah kertas itu. Patahlah pena itu.
Tak ada hasil yang bisa kuperoleh. Tidak sebanding dengan kelelahan jari jari tangan yang bergerak kesana kemari menekan tombol-tombol ringkih yang bertanda abjad tak berurutan.
Sudahlah.. Lagian cuma tulisan ini yang bisa membuatku tergelak di kemudian hari. Ketika sumpek terhadap sesuatu, kubisa menertawakan kebodohanku dalam menulis. Menertawakan ketololanku dalam merangkai kalimat. Mendecak keringkihanku ketika sedang galau.

Hhhhh...(Menghela nafas dalam dalam dan menyesal telah berbagi)

Maaf saja, jika mengira bahwa aku akan menulis sesuatu yang bermakna, sesuatu yang bisa membuat kau tergelak, sesuatu yang bisa memberimu sebuah informasi diskon perhiasan di pusat perbelanjaan seberang jalan. Bukan seperti itu, ini bukan lelucon bagiku (meskipun ini pasti terlihat seperti cerita lucu yang tak perlu dibaca hingga selesai). Ini hanya setumpuk huruf yang jika disederhanakan dapat kukatakan sebagai Kebencian.

Bukan kebencian terhadap kenyataan, tetapi kebencian kepada diri sendiri yang tak bisa melakukan apa apa. Hingga menulis sesuatu yang bisa membuat kau kagum pun tak bisa kulakukan.
Ya aku memang terbatas dalam segalanya.

Kamis, 05 November 2009

Wheel and Imagination

Huahahaha....
**



Sebenarnya peristiwa pemasangan kopleng di Yamaha Jupiterku itu telah terjadi sekitar beberapa minggu lalu. Dan baru saat ini bisa kulimpahkan menjadi tulisan di blog ini. Ada sedikit faktor x juga yang ikut berperan. Hmm.. Something like crazy bullshit reason maybe. Seperti merasa tidak pede, karena dengan tubuh sebesar ini tunggangannya hanya kuda besi bermesin 100 cc. What the F**k..?? Padahal diluar sana banyak motor - motor bertipekan Sport Rider sebangsa Vixion, Scorpio, Tiger, Satria FU, Ninja 150 dan bahkan CBR 150..Tapi, ada sebuah alasan kenapa harus mengambil motor sekecil itu. Dan mari kita lihat alasannya...

1. Jakarta adalah ibukota yang berkawan dengan kemacetan.
Tepat sekali. Kita semua tau, Jakarta adalah Provinsi yang menjadi ibukota negara dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Status Ibukota Negara membuat urbanisasi semakin menjadi jadi karena peluang mendapatkan pekerjaan dianggap tinggi. Tapi kenyataannya, malah penduduk semakin bertambah dan otomatis, Jumlah kendaraan bermotor pun ikut bertambah. Lalu lintas sangat padat, dan alhasil MACET PARAH... Dan dibutuhkan sebuah motor yang berbodi ramping untuk bisa nyelap nyelip sana sini.
2. Bodi ramping idaman semua
Bohai... Asoy geboy.. Yah bodi jupiter sangat bohai untuk motor di kelasnya. Andaikan ada Jupiter dengan mesin 150 cc. Pasti akan kupilih motor itu dibandingkan dengan list yang telah kusebut diatas.
3. Bandel, Irit, dan Suara mesin yang enak didengar..
Eksakli... Ini adalah varian bebek Yamaha yang bisa dibilang bandel di kelasnya.. Oh my godness.. This is my jupiter.. And I Love it....
4. Masih malas nyari yang lain
sudah jelas kan...

Nah itulah.. Sedikit alasan yang menjadi dasar pemilihan kendaraan yang tepat bagiku.
***

Kembali ke topik..
Sekitar 4-5 minggu yang lalu, aku sudah berpikir untuk mengganti blok kopling standar motorku dengan blok motor gubahan luar (dalam kasus ini, motorku menggunakan blok kopling Yamaha x1 125 keluaran Thailand). Alasannya, cukup simple as possible... "Hanya pengen doang"..
Akhirnya hasil pemikiran kotor itu terealisasi juga secara tidak sengaja. Dengan tujuan jalan - jalan sore dan iseng - iseng muterin kota Jakarta, motorku pun meluncur hingga akhirnya tepat berhenti di depan toko variasi. Dengan spontan aku langsung bertanya pada pramuniaga mengenai hal - hal yang berkaitan dengan pemasangan blok kopling ini. Setelah negosiasi soal harga sudah selesai, tibalah pada sesi pemilihan bengkel untuk pemasangan blok. Pucuk dicinta ulampun tiba. Ada seorang bapak - bapak menawarkan jasa bengkel layanannya untuk ikut andil dalam torehan sejarah motor kecilku. Bak orator, dia menyampaikan visi misi dan kelebihan bengkel itu dengan nada berapi - api penuh janji dan pujian. Dan celakanya, itu semua berlebihan....!! "Cukup satu jam saja pak,, cukup satu jam saja dan anda akan pulang dengan hati yang puas.."
Okelah.. Kita brangke kesana sekarang.....
**

Singkat cerita, yang terjadi berikutnya adalah tiba tiba aku merasa menjadi orang paling apes sedunia. Karena harus menunggu hingga berjam - jam. Dongkol sekali hati ini.  Mau jadi apa negara ini, kalau ternyata bengkel pun ikut menebar janji saat sesi pemilihan bengkel. Sial....!! Ada ada saja masalahnya. Dari blok yang masih belum bisa pas dengan benar, kabel kopling yang terlalu pendek, hingga urusan handle yang sulit untuk dipasangi kaca spion. Akh... Kusut banget mukaku saat itu. Total waktu yang harus kuhabiskan hanya untuk masa penungguan perealisasian janji itu adalah 5 jam lebih. Dan itu benar - benar terjadi...!!!
**

Semua sumpah serapah keluar tapi hanya terdengar di hati saja.. Sangat marah dan panas sekali hatiku saat itu. Tapi tak apalah. Sekarang Jupiterku telah terparkir gagah dengan handle kopling di sebelah kiri stirnya.. Kembali membuat perbedaan dengan motor motor bebek lain di kelasnya..
Tak apalah.... Tak apalah....