Selamat sore..
Sungguh.. Kali ini aku hanya ingin memadukan beberapa kata saja untuk meramaikan wadah berbagai tulisan tololku ini.
Aku tak peduli harus dikemas seperti apa segerombolan huruf yang kutumpuk seadanyan, Tak peduli harus semanis apa tanda baca yang kubariskan didalamnya, Tak peduli makna apa yang akan tersirat dan menghentak imajinasiku setiap aku membacanya kembali.
Sungguh, inspirasiku hilang. Walaupun pada kenyataannya, niat untuk berceloteh selalu ada. Dan pada akhirnya menguap begitu saja ketika jari sudah berhadap hadapan dengan tuts keyboard.
Yah terkutuklah semua. Berbagai kejadian sebab akibat yang mengakibatkan inspirasi setiap orang menguap begitu saja.
............
Sampai disini otakku kembali buntu.
Keterlaluan. Aku tidak begitu pandai memanfaatkan alam pikirku. Ku menulis berdasarkan nafsu yang aku tak tahu apa pemicunya.
Hah.. Apapun itu, pasti hal hal yang kecil dan tidak begitu penting. Nafsu labil, tak jauh beda dengan pemikiran dunia awam jauh disana yang mudah diprovokasi. Sedikit bisikan adu domba di telingaku, dan anda berhasil mengeluarkan emosiku.
Beruntunglah ku menulis di bidang yang tak berhelai ini. Tak bisa terbayang jika ku menulis di sehelai kertas yang nyata, yang bisa dilekukan dan digoresi tinta. Bagaimana bisa kurobek bidang itu..? Terkecuali dengan membanting gadget ini. Menghancurkan layar LCD nya hingga pecah bertanda. Berbeda jika dengan menggunakan helai kertas. Dengan sedikit tenaga, perintah otak, hentakan emosi, dan pergerakan otot, maka teremaslah kertas itu. Patahlah pena itu.
Tak ada hasil yang bisa kuperoleh. Tidak sebanding dengan kelelahan jari jari tangan yang bergerak kesana kemari menekan tombol-tombol ringkih yang bertanda abjad tak berurutan.
Sudahlah.. Lagian cuma tulisan ini yang bisa membuatku tergelak di kemudian hari. Ketika sumpek terhadap sesuatu, kubisa menertawakan kebodohanku dalam menulis. Menertawakan ketololanku dalam merangkai kalimat. Mendecak keringkihanku ketika sedang galau.
Hhhhh...(Menghela nafas dalam dalam dan menyesal telah berbagi)
Maaf saja, jika mengira bahwa aku akan menulis sesuatu yang bermakna, sesuatu yang bisa membuat kau tergelak, sesuatu yang bisa memberimu sebuah informasi diskon perhiasan di pusat perbelanjaan seberang jalan. Bukan seperti itu, ini bukan lelucon bagiku (meskipun ini pasti terlihat seperti cerita lucu yang tak perlu dibaca hingga selesai). Ini hanya setumpuk huruf yang jika disederhanakan dapat kukatakan sebagai Kebencian.
Bukan kebencian terhadap kenyataan, tetapi kebencian kepada diri sendiri yang tak bisa melakukan apa apa. Hingga menulis sesuatu yang bisa membuat kau kagum pun tak bisa kulakukan.
Ya aku memang terbatas dalam segalanya.

0 komentar:
Posting Komentar
Gue perlu celaan disini..