>

Selasa, 27 Oktober 2009

Titik Balik



Heh.. Hari ini kembali mengentri blog tercinta. Blog sebagai lambang eksitensi dalam sebuah kenyataan. Benar sekali.. Sebuah hal nyata yang benar adanya, takkan terbantahkan, tapi tetap samar. Dan seperti apa kenyataan itu..? Kenyataan yang seakan akan melayang tepat diatas utopia. Yah.. Dengan cara seperti ini kita memberitahukan kepada dunia secara diam - diam, mengendap endap dalam pekat ketidakpastian.

Hari menjelang malam. Selepas mendung yang urung menumpahkan likuid pelepas dahaga bumi. Temaram warna langit makin jelas. Terang hilang satu - satu. Hawa masih selaras. Tak dingin tidak pula panas. Masih peduli dengan ketahanan tubuh manusia.

 Diseberang sana, di seberang gedung ini, deru mesin makin berisik. Saling salip, tapi masih terkendali. Laju.. Kencang.. Cepat.. Lesat.. Ah entahlah apapun namanya. Penuh persaingan, menentukan siapa yang sebenarnya yang menguasai jalanan kota ini. Motor, Mobil, bajaj, bis 3/4, bis transjakarta, mayasari indah.. Semuanya larut dalam kelajuan masing - masing. Ironis dengan pejalan kaki yang setiap saat harus waspada agar tak terlindas. Trotoar berasa menjadi tempat yang berbahaya.
Pikiran makin kacau. Kusut di kepala. Kusut hati ini. Makin kusut tampang ini. Perlahan lahan terasa kepala ini mengembang sedikit demi sedikit. Entah kapan akan meledak. Entah di depan siapa akan meledak. Apa di ujung senapan, di jalan raya, atau di depan atasan sendiri...(??)
Entah kenapa. Semakin hari, dari minggu ke minggu terasa semakin sendirian. Hanya sebab konyol yang bisa menjelaskannya. Tidak... Takkan pernah kukatakan.. Meski dirimu memaksaku, takkan ada suara sedikitpun yang akan keluar. Hanya akan membuat diriku semakin konyol dimatamu.








0 komentar:

Posting Komentar

Gue perlu celaan disini..