Saat dia buat aku menangis, mungkin aku lupa bahwa dulu saat aku menangis, dia yang selalu ada buatku.
Menghapus air mataku, menyemangatiku, dan membuat aku tertawa...
Saat dia buat aku marah, mungkin aku lupa bahwa selama ini, dia yang meredam amarahku,
yang mendinginkan kepalaku, yang mencari jalan keluar untukku.
Saat dia ingkar janji, mungkin aku lupa bahwa selama ini, dia yang selalu mengerti bila aku lupa dengan janjiku,
dia yang merubah rencananya buatku, yang berjalan jauh, berjalan cepat agar aku tidak kecewa.
Saat dia menentang keinginanku, mungkin aku lupa bahwa selama ini yang dia pikirkan adalah kebaikanku.
Bahwa aku yang dia nomor satukan dalam segalanya, bahwa bila aku mau mendengar alasannya, itu pasti yang terbaik buat diriku.
Saat dia menduakanku, mungkin aku tak sadar bahwa selama ini aku juga sedang menduakannya,
dengan seseorang yang belum tentu lebih baik darinya, dengan seseorang yang sejak dulu sampai dengan sekarng
tak pernah mengerti akan perasaanku.

0 komentar:
Posting Komentar
Gue perlu celaan disini..