Afternoon Sucks...
Sebenarnya sih aku bingung, hari ini mau ngentri apa lagi. Tapi karena statement "punya blog kok jarang ngentri" maka mau tak mau harus mau untuk membuat lagi satu entri baru. Emm.. Hari ini mau bicarakan hal seperti apa yak..
Baiklah kita mulai.. Satu hal yang sudah pasti akan menjumpai kita setiap harinya adalah "kemarahan". Kemarahan adalah suatu kondisi dimana lidah bekerja lebih cepat daripada pikiran. Kemarahan seringkali disebabkan oleh peristiwa masa lalu ataupun kekhawatiran mengenai masa depan. Perlu diketahui secara pasti, kita tidak dapat mengubah masa lalu dan seringkali menghancurkan masa kini karena perasaan khawatir yang berlebihan mengenai masa depan. Seringkali kita melampiaskan kemarahan terbesar yakni 99,9% pada orang yang kita sayangi, akan tetapi kita mampu menahan amarah di depan orang yang kita hormati namun belum tentu kita menyayanginya. Sebagai contohnya jika kita berada di depan bos besar, maka sebisa mungkin kita masih bisa menjaga sikap kita meskipun kemarahan itu bisa saja akibat dari perlakuan bos tersebut. Anehnya, jika kita pulang dan membawa kemarahan itu, maka orang yang menanti kita, orang yang sedianya siap untuk menenangkan kita malah kena imbasnya. Seenaknya kita membuang perabotan, seenaknya kita memaki. Padahal itu adalah orang yang sangat kita sayangi. Ironis memang. Tapi itulah kita... Setiap kali kita memarahi seseorang selama semenit, maka kita telah kehilangan waktu 60 detik kebahagiaan yang sangat berharga dan tentunya tidak akan bisa diperoleh lagi.
Oleh karena itu, jika merasakan kemarahan yang meluap - luap, apa yang bisa kita lakukan..? Menekannya atau melampiaskannya..? Berusahalah untuk bisa mengaturnya. Berusahalah untuk melakukan pengelolaan/memanajemensi diri, mengatur alur emosi, dan tidak bertindak agresif.
Bersedialah untuk menerima kesalahan orang lain.
Karena dialah yang akan menerima semua kesalahanmu nanti, ketika kau sudah mulai berulah.
Sebenarnya sih aku bingung, hari ini mau ngentri apa lagi. Tapi karena statement "punya blog kok jarang ngentri" maka mau tak mau harus mau untuk membuat lagi satu entri baru. Emm.. Hari ini mau bicarakan hal seperti apa yak..
Baiklah kita mulai.. Satu hal yang sudah pasti akan menjumpai kita setiap harinya adalah "kemarahan". Kemarahan adalah suatu kondisi dimana lidah bekerja lebih cepat daripada pikiran. Kemarahan seringkali disebabkan oleh peristiwa masa lalu ataupun kekhawatiran mengenai masa depan. Perlu diketahui secara pasti, kita tidak dapat mengubah masa lalu dan seringkali menghancurkan masa kini karena perasaan khawatir yang berlebihan mengenai masa depan. Seringkali kita melampiaskan kemarahan terbesar yakni 99,9% pada orang yang kita sayangi, akan tetapi kita mampu menahan amarah di depan orang yang kita hormati namun belum tentu kita menyayanginya. Sebagai contohnya jika kita berada di depan bos besar, maka sebisa mungkin kita masih bisa menjaga sikap kita meskipun kemarahan itu bisa saja akibat dari perlakuan bos tersebut. Anehnya, jika kita pulang dan membawa kemarahan itu, maka orang yang menanti kita, orang yang sedianya siap untuk menenangkan kita malah kena imbasnya. Seenaknya kita membuang perabotan, seenaknya kita memaki. Padahal itu adalah orang yang sangat kita sayangi. Ironis memang. Tapi itulah kita... Setiap kali kita memarahi seseorang selama semenit, maka kita telah kehilangan waktu 60 detik kebahagiaan yang sangat berharga dan tentunya tidak akan bisa diperoleh lagi.
Oleh karena itu, jika merasakan kemarahan yang meluap - luap, apa yang bisa kita lakukan..? Menekannya atau melampiaskannya..? Berusahalah untuk bisa mengaturnya. Berusahalah untuk melakukan pengelolaan/memanajemensi diri, mengatur alur emosi, dan tidak bertindak agresif.
Bersedialah untuk menerima kesalahan orang lain.
Karena dialah yang akan menerima semua kesalahanmu nanti, ketika kau sudah mulai berulah.

0 komentar:
Posting Komentar
Gue perlu celaan disini..