>

Senin, 05 Oktober 2009

Dan Semua Setan Tertawa

Terlepas dari semua tindak tanduk yang memperlihatkan kebenaran.
Terbuang dari semua sifat yang mempertontonkan kebajikan.
Tercerai dari segala perilaku yang menampakkan kebaikan.
Hanya yang jahat yang akan menang.
Mencoba menandingi apa yang sering dipertontonkan media. "Kebenaranlah yang akan menang pada akhirnya".
Bagaimana jika suatu saat kejahatanlah yang berkuasa..?
Apa yang akan dikatakan oleh orang orang yang lemah....? Dan tak mungkin ada suara suara dari sang pembela kebenaran. Karena mereka telah tertumpas habis hingga tak tersisa.
Tawa menggema dimana mana.
Menandakan kebenaran sudah tumbang, kebenaran telah pralaya. Kejahatan tak akan pernah terungkap.
Siapa sih yang tak akan menjadi gila..?

Hahaha... Tak ada lagi yang memikirkan moral, tak ada yang menentang kriminal.
Semua akan berteriak "Persetan dengan Surga".
Indikator pahala diukur dari seberapa banyak kalian memisahkan kepala dari badan seseorang..
Beriring panjang mencari Lucifer. Berteriak sana sini hingga tak lagi sunyi. "Dimana engkau, bantulah kami membunuh kebenaran....!!"

Yang beridealisme haluan kanan, akan terbakar menjadi debu hingga arang yang terakhir. Yang berani akan dibuat menjadi ketakutan setengah mati, hingga kencing berlari.
Ramai membasuh muka dengan darah kotor kental dan anyir. Larilah, dan kalian yang akan terus diburu, ditusuk dari belakang.

Waktu tlah berbalik. Kenyataan tlah mengubah haluan. Dan kesempatan tlah memihak kepada yang menang. Jerih payah dibayar dengan tanda masuk ke neraka yang diukir di atas dada.

Kacau.. Dan itulah yang mereka inginkan. Itulah yang diinginkan oleh para makhluk kotor itu.
Sekali berbuat baik, dan semua setan pun tertawa. Sekali berbuat jahat, kita tertawa bersama mereka.

0 komentar:

Posting Komentar

Gue perlu celaan disini..